LMR RI Komda Labura: Mendesak APH Periksa Inspektur Terkait Raibnya Dana Perpustakaan Digital Desa Sejumlah Rp.1,6 Miliar .

banner 468x60

LABURA, Realita.online – LMR RI Komda Labura mendesak agar Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap Inspektur Labura terkait dugaan hilangnya dana program pengadaan perpustakaan digital Desa dari setiap desa dengan total Rp 1,6 milyar.

Ketua LMR RI Komda Labura Hendra Hermansyah menyatakan, bahwa pihaknya menemukan adanya kejanggalan dalam program pengadaan perpustakaan digital desa yang menggunakan anggaran ADD/DD tahun anggaran 2022 – 2023 di Labura.

Baca Juga :  Awas Tertipu: Uang Palsu Pecahan Rp100 Ribu Beredar Lagi di Pontianak – Sasar Pedagang Lansia !  

Menurutnya, sesuai data yang ada yaitu Informasi Penyaluran Dana Desa telah di alokasikan dana sebesar Rp.25 juta per/desa untuk 64 desa di Labura, yang total nya mencapai Rp 1,6 miliar, diduga tidak jelas realisasinya.

Kami menduga kuat adanya indikasi korupsi dalam program ini. Masyarakat desa sedikitpun tidak merasakan manfaat dari program perpustakaan digital desa ini. Bahkan keberadaannya pun di pertanyakan.

Baca Juga :  Drs. Florin Siregar, MM Dianugerahi Piagam Apresiasi Atas Dedikasi Luar Biasa dari Beberapa Media Online di SMA Negeri 1 Pangkatan

Ini seperti “Perpustakaan Hantu.” Ujar Hendra kepada awak media AFJNews.Online dan beberapa rekan media lain.

LMR RI Komda Labura mempertanyakan peran Inspektorat Labura sebagai Opran pengawas internal Pemerintah Daerah.

Mereka menilai, hilangnya dana sebesar itu seharusnya terdeteksi oleh Inspektorat, jika memang fungsi pengawasan berjalan efektif.

Baca Juga :  Stop Pungli, Praktik Dugaan Pungli SMK Negeri 6 Batam, Dinas Pendidikan Batam Segera Tindak Tegas...!!

“Kami mendesak APH, baik Kepolisian maupun Kejaksaan untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan dan pemeriksaan, Inspektur Labura juga harus diperiksa untuk mengetahui sejauh mana fungsi pengawasannya terhadap program ini.” Tandasnya mengakhiri.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Inspektorat Labura, terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pengadaan perpustakaan digital desa.

Pos terkait