Mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurrachman Kembali Ditangkap KPK Terkait Kasus Pencucian Uang

banner 468x60

Jakarta, Realita.OnLine – Selasa (1 Juli 2025), Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurrachman kembali ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah baru saja bebas menjalani hukuman penjara selama enam tahun terkait kasus suap dan gratifikasi. Penangkapan ini dilakukan pada Minggu (29/6) dini hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung.

Baca Juga :  KPK Geledah Rumah Gubernur Kalbar Terkait Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp 40 Miliar

Alasan Penangkapan:
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa penangkapan tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan MA. “KPK melakukan penangkapan dan penahanan kepada saudara NHD di Lapas Sukamiskin,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (30/6/2025) sore.

Baca Juga :  Polres Sibolga Dukung Program Prioritas Nasional Penanaman Jagung Dengan Warga

Kasus Sebelumnya:
Nurhadi sebelumnya divonis enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan terkait kasus suap dan gratifikasi miliaran rupiah dalam pengurusan perkara di MA. Total uang yang diterima Nurhadi dan menantunya mencapai
Rp. 49.513.955.000,-

Baca Juga :  Pastikan Arus Lalu Lintas Lancar, Personil Sat Lantas Polres Sibolga Laksanakan Patroli Dan Gatur* 3. *Cegah Kemacetan Arus Lalu Lintas, Polres Sibolga Lakssnskan Patroli Dan Pengaturan

Penanganan Kasus:
KPK terus melakukan penyidikan dan penahanan terhadap Nurhadi terkait kasus pencucian uang ini. Penangkapan ini menunjukkan komitmen KPK dalam menangani kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Pos terkait