Proyek P3-TGAI di Panyabungan Utara Diduga Asal Jadi, Camat Tak Tahu-Menahu dan Transparansi

Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025 di Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal
banner 468x60

Mandailing Natal, Sumut
Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun anggaran 2025 di Kecamatan Panyabungan Utara, Mandailing Natal, diduga dikerjakan asal-asalan.

Masyarakat menyoroti mutu pekerjaan yang dianggap jauh dari standar teknis. Penggunaan semen disebut hanya satu sak untuk delapan adukan, sehingga menyerupai pasir biasa. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran proyek akan cepat rusak.

Baca Juga :  Wujudkan Kamtibmas Kondusif, Polres Sibolga Sosialisasikan Layanan Polisi 110 Di Pusat Perbelanjaan

Ironisnya, Camat Panyabungan Utara saat dikonfirmasi terkait pekerjaan di Desa Mompang Julu mengaku tidak mengetahui keberadaan proyek tersebut.
“Proyek apa ini, adinda? Saya tidak tahu. Padahal, sekecil jarum pun di wilayah kecamatan seharusnya diketahui, apalagi kalau ini proyek yang menggunakan uang negara,” ujarnya heran.

Baca Juga :  Advokat Bung Raja dan Advokat Anita Raj Punjabi Pengacara TOP di SUMUT Hadir dan Mendukung Acara Berbuka Puasa Bersama Anak Yatim.

Selain kualitas bangunan yang diragukan, proyek irigasi tersebut juga tidak memasang papan nama kegiatan (plank proyek). Padahal plank proyek wajib untuk menjamin keterbukaan informasi publik, mulai dari nilai kontrak, sumber anggaran, hingga pelaksana kegiatan.

Minimnya transparansi dan lemahnya pengawasan membuat masyarakat menduga P3-TGAI hanya sebatas formalitas belaka. Padahal, program ini dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan irigasi yang lebih baik.

Baca Juga :  Jumat Berkah, Polsek Bilah Hulu Bagikan Makanan kepada Masyarakat yang Melintas

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, kepolisian, serta inspektorat, agar segera turun meninjau lokasi. Tanpa langkah tegas, proyek irigasi yang menelan anggaran negara tersebut dikhawatirkan hanya menambah catatan kelam pembangunan infrastruktur di Mandailing Natal.

Pos terkait