BEKASI — Realita.online – Yayasan Kijaga Kali mengapresiasi langkah Balai Besar Wilayah Sungai Citarum – BBWS Citarum yang mulai melakukan pembebasan lahan milik warga terdampak pembangunan tanggul permanen di kawasan Citarum Hilir, Kabupaten Bekasi.
Menurut Kijaga Kali, langkah ini penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat yang lahannya digunakan untuk kepentingan umum.
“Pembangunan tanggul permanen tentu sangat dibutuhkan masyarakat. Namun, proses pembebasan lahannya juga harus dilakukan secara adil, terbuka, dan memberikan kepastian kepada warga,” ujar perwakilan Kijaga Kali, Selasa 12/8.
Kijaga Kali menilai tanggul permanen merupakan bagian krusial dari upaya melindungi warga di hilir Sungai Citarum yang selama ini rawan terdampak luapan air.
Agar proses berjalan lancar dan tidak menimbulkan konflik, Kijaga Kali mendorong pemerintah melakukan 3 hal utama:
Pendataan akurat: memastikan data lahan dan pemiliknya valid
Komunikasi intensif: melibatkan pemilik lahan sejak awal
Ganti rugi sesuai aturan: sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku
BBWS Citarum Jamin Proses Sesuai Aturan
Hal senada juga disampaikan Kabid PJSA BBWS Citarum, Muhamad Barani. Ia menegaskan pembebasan lahan dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.
“Kami bentuk tim dari berbagai unsur. Mulai dari Perkimtan Pemkab Bekasi, BPN, hingga pemerintah desa dan Kecamatan Muaragembong. Tujuannya agar prosesnya adil dan transparan,” kata Barani dalam acara sosialisasi awal kepada warga.
Tak Hanya Bangun Tanggul, Tapi Jaga Keberlanjutan
Selain infrastruktur, Kijaga Kali juga mengingatkan pentingnya keberlanjutan Citarum Hilir pasca pembangunan.
Pemerintah diminta memperhatikan pemeliharaan tanggul, normalisasi sungai, konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pelibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Kami berharap pembangunan tanggul permanen tidak hanya jadi proyek konstruksi, tapi bagian dari sistem pengendalian banjir yang terintegrasi. Masyarakat juga harus dilibatkan menjaga sungai dan tanggul setelah selesai,” tambahnya.
Kijaga Kali menyatakan siap mendukung penuh program pemerintah untuk melindungi warga dari banjir, dengan catatan seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan.

Dengan adanya kepastian pembebasan lahan dan dukungan masyarakat, pembangunan tanggul permanen Citarum Hilir diharapkan bisa segera rampung dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga di sepanjang hilir Sungai Citarum.










