Aspirasi Korban TPPO Di Tolak Ketua DPRD Sumut, Teuku Akbar Sebut : Erni Sitorus Tak Layak Jadi Ketua

banner 468x60

Medan
Orang Tua Korban TPPO Nezza Safitri Nasution kecewa aspirasinya tidak di terima oleh Ketua DPRD Sumut bahkan dirinya juga menemui Irham Buana Anggota DPRD Sumut namun juga tidak di gubris

“Kemana lagi saya mengadu, Ketua DPRD Sumut aja gak mau nerima saya, bang Irham Buana juga gak mau dengar, ” ungkap Nezza sambil menangis, Selasa (6/1/2026)

Teuku Akbar Aktifis Muda Sumatera Utara sangat menyayangkan sikap Erni Ariyanti Sitorus Ketua DPRD Sumut dan Irham Buana yang tidak mau mendengar Aspirasi rakyat Korban TPPO

“Ada apa mereka yang di beri amanah, di sumpah jabatan dan di gaji dan difasilitasi dengan menggunakan APBD yang bersumber dari pajak rakyat santai – santai saja, aneh ini menurut saya,” katanya.

Lanjut Teuku Akbar mengatakan dirinya akan melakukan Aksi Demo karena Ketua DPRD Sumut tidak mau menerima Aspirasi Korban TPPO

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Kewajiban Membayar Pajak Kenderaan, Polres Sibolga Laksanakan Razia

“Kita akan menggelar Aksi dan menyatakan sikap Erni Sitorus tak layak menjadi Ketua DPRD Sumut,” katanya.

Ajudan Ketua DPRD Sumut mengaku Polisi mengatakan bahwa Ketua DPRD Sumut lagi ada tamu.

“Ibu Ketua DPRD Sumut, Lagi ada tamu Bang, tak bisa dijumpai,” pungkasnya.

Sebelumnya Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025),anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang² dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang² milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.

Baca Juga :  Diduga Ilegal, 187 Karung Beras Asal Luar Negeri Diamankan Tim Dirkrimsus Polda Kalbar di Singkawang

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Baca Juga :  SPSI AGN Sumatera Utara Dan KSPI Gelar Konferensi Pers : Tegakkan Supremasi Sipil Dan Sahkan RUU Ketenagakerjaan

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang² ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025.

Pos terkait