Operasi Senyap Kejagung: Kantor dan Rumah Don Ritto Digeledah, 4 Saksi Diperiksa Terkait TPPU

banner 468x60

Jakarta, realita.online, Selasa, 4 Agustus 2026 – Kejaksaan Agung RI menggeledah empat perusahaan milik Don Ritto sekaligus rumah dan kantor para tersangka. Penggeledahan diduga terkait kasus Tindak Pidana Pencucian Uang atau TPPU yang menyeret nama-nama besar.

Dalam penggeledahan terlihat sejumlah koper dibuka oleh petugas. Beberapa koper berisi tumpukan uang tunai yang diberi label bukti nomor. Petugas Kejagung bersama aparat TNI beredar di lokasi untuk mengamankan barang bukti dan dokumen.

Baca Juga :  Viral., SMK Cibitung 1 Door to Door Serahkan Ijazah ke Setiap Rumah Siswa

Tampak juga sejumlah orang yang diduga tersangka dan saksi digiring keluar dari gedung. Mereka dikawal ketat oleh petugas beret pink dan personel bersenjata lengkap.

Para tersangka kemudian dimasukkan ke dalam mobil tahanan berwarna hijau milik Kejaksaan di tengah kerumunan awak media yang meliput.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Dalam keterangannya, Anang menyebut lokasi yang digeledah diduga kuat digunakan sebagai tempat pencucian uang oleh para tersangka.

Baca Juga :  Dinilai Kurang Tepat, Relokasi PKL ke Depan Pasar Baru Cikarang, ASPEC Minta PLT Bupati Tinjau Ulang 

“Selain penggeledahan di kantor dan rumah, Kejagung juga memeriksa empat orang saksi terkait kasus TPPU ini,” ujar Anang dalam konferensi pers di Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan, Kejagung belum merinci pasal yang disangkakan maupun total nilai aset yang disita. Namun sumber internal menyebut penyidikan fokus pada aliran dana dari empat perusahaan milik Don Ritto.

Penggeledahan ini merupakan bagian dari pengembangan kasus besar yang ditangani Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus. Tim penyidik disebut menggeledah serentak di beberapa titik untuk mencegah pemindahan aset.

Baca Juga :  Diduga Tak Patuh Putusan PTUN Bandung, 3 Kepala Desa di Bekasi Digugat

Warga sekitar lokasi penggeledahan mengaku kaget dengan kedatangan puluhan petugas Tiba-tiba ramai, ada mobil hijau dan banyak orang berseragam. “Katanya dari Kejagung,” kata salah satu warga.

Kejaksaan Agung memastikan proses hukum akan berjalan transparan. Barang bukti yang diamankan akan diteliti lebih lanjut untuk melengkapi berkas penyidikan.

Pos terkait