Pelindo Regional 1 Siap Jadi Simpul Strategis PINP, Perkuat Jaringan Logistik Kawasan Barat Indonesia

banner 468x60

MEDAN — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran, pelaku logistik, hingga cargo owner atau pemilik barang dalam mendorong transformasi jaringan logistik nasional melalui implementasi Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP).

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pelindo untuk membangun ekosistem logistik yang semakin terintegrasi, efisien, dan kompetitif melalui penguatan konektivitas antarpelabuhan, optimalisasi jaringan pelayaran, serta peningkatan efektivitas rantai pasok nasional.

Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, mengatakan implementasi PINP tidak semata-mata berkaitan dengan pengembangan jaringan pelayaran, tetapi merupakan upaya membangun ekosistem logistik bersama yang mampu memberikan manfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Pelindo ingin memastikan setiap kebijakan dan program transformasi yang dijalankan selaras dengan kebutuhan pengguna jasa. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus mendukung upaya menekan biaya logistik nasional,” ujar Farid dalam forum diskusi bersama para pengguna jasa usai pelaksanaan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Grha Pelindo Medan, Senin (17/8/2026).

Baca Juga :  Gekbrong Cianjur Dukung Program KDM, Gerakan Leuweung Hejo Rakyat Ngejo

Dorong Keseimbangan Arus Muatan

Menurut Farid, melalui PINP, Pelindo mendorong terciptanya pola jaringan pelayaran yang lebih seimbang dengan mengurangi ketidakseimbangan arus muatan (imbalance cargo).

Upaya tersebut dilakukan melalui konsolidasi muatan, peningkatan kepastian jadwal kapal, penguatan konektivitas antarwilayah, serta penerapan skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang mampu meningkatkan tingkat utilisasi muatan.

“Dengan jaringan yang lebih terintegrasi, diharapkan utilisasi terminal dapat meningkat dan distribusi logistik antarwilayah menjadi semakin efisien. Pada akhirnya, manfaat tersebut akan dirasakan oleh industri pelayaran, pemilik barang, hingga masyarakat luas,” tambahnya.

Farid menjelaskan, keberhasilan PINP sangat bergantung pada sinergi antara Pelindo, perusahaan pelayaran, freight forwarder, cargo owner, pemilik depo, hingga regulator.

Karena itu, Pelindo secara berkelanjutan membangun komunikasi dan diskusi dengan para pemangku kepentingan melalui berbagai forum serta rangkaian sosialisasi di sejumlah wilayah.

“Masukan dari para pengguna jasa menjadi bagian penting dalam penyempurnaan implementasi PINP. Kami ingin memastikan transformasi yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan daya saing logistik Indonesia,” jelas Farid.

Baca Juga :  Terperosok ke Sumur 7 Meter dan Hilang 24 Jam, Nenek 70 Tahun di Semarang Selamat Secara Ajaib

Regional 1 Siap Jadi Mitra Strategis

Sementara itu, Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, mengatakan kawasan barat Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi PINP sebagai salah satu simpul utama jaringan logistik nasional.

“Pelindo Regional 1 siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan pelayaran dan seluruh pengguna jasa dalam mendukung implementasi transformasi yang sedang berjalan. Kami ingin memastikan setiap transformasi yang dilakukan dapat memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Jonedi.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan pelayaran menjadi faktor penting dalam memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing logistik Indonesia.

Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong optimalisasi dan penguatan kinerja BUMN, termasuk melalui pengembangan layanan yang memberikan nilai tambah sekaligus mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

ALFI/ILFA Apresiasi Forum Pelindo

Baca Juga :  "LSM TRINUSA Kritik Lambannya Penanganan Kasus Korupsi Bank BJB oleh KPK dan Kejagung"

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA), Surianto, mengapresiasi forum diskusi yang difasilitasi Pelindo sebagai wadah memperkuat sinergi antara operator pelabuhan dan pengguna jasa.

“Forum seperti ini sangat positif karena membuka ruang komunikasi langsung antara pelaku usaha dan Pelindo. Kami dapat memahami arah transformasi yang sedang dilakukan sekaligus menyampaikan masukan dari sisi operasional. Sinergi seperti ini penting untuk bersama-sama meningkatkan efisiensi dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional,” ujar Surianto.

Melalui implementasi PINP serta penguatan kolaborasi dengan perusahaan pelayaran, cargo owner, dan seluruh pemangku kepentingan, Pelindo optimistis dapat mempercepat transformasi layanan kepelabuhanan sekaligus menghadirkan jaringan logistik nasional yang semakin terhubung, efisien, dan berkelanjutan.

Transformasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi seluruh ekosistem logistik, mulai dari peningkatan kepastian jadwal kapal, optimalisasi utilisasi terminal, efisiensi pergerakan barang dan biaya operasional, hingga peningkatan daya saing industri pelayaran dan perdagangan nasional.

Pos terkait