Dorong Pengembangan Kawasan Industri, Danareksa dan KIM Bertemu Gubernur Sumut.

banner 468x60

Deli Serdang -Direktur Utama PT Danareksa (Persero), Yadi Jaya Ruchandi, bersama Komisaris PT Kawasan Industri Medan (KIM), Kahfi Aulia, melaksanakan audiensi dengan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Bobby Nasution, didampingi jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Sumatera Utara, Kamis 22 Januari 2026.

Audiensi tersebut menjadi momentum strategis dalam mempererat sinergi antara pemegang saham dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya dalam koordinasi percepatan pengembangan kawasan industri di wilayah Sumatera Utara. Sabtu, (25/1/2026)

Baca Juga :  Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Ikut Berduka dan Mengecam Kekejaman Pembunuhan Wartawan Adityawarman

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah kolaboratif untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan berkelanjutan. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan Kawasan Industri Medan sebagai salah satu pusat industri unggulan di wilayah barat Indonesia.

Baca Juga :  Guncang Dunia Usaha Lokal: Pedagang Kubu Raya Tagih Pembayaran Dari Kontraktor BUMN PT. Adhi Persada Gedung

PT Kawasan Industri Medan (KIM) menyatakan optimisme bahwa dengan sinergi yang kuat bersama pemerintah daerah, kawasan industri akan semakin menarik bagi investor yang ingin tumbuh dan berkembang bersama Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan dan sekitarnya.

Sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, PT KIM menegaskan komitmennya untuk menjadi pendorong utama hilirisasi industri, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kemandirian industri nasional. Komitmen ini sejalan dengan visi pembangunan nasional Asta Cita yang menekankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan pemerataan pembangunan.

Baca Juga :  Sat Lantas Polres Pelabuhan Belawan Laksanakan Police Goes To School di SMA Islam Plus Al Fatih

Sinergi antara BUMN dan pemerintah daerah dinilai sebagai kunci utama dalam membangun masa depan industri Indonesia yang inklusif, berdaya saing, dan kompetitif di tingkat global.

Pos terkait