Gebrakan Awal Kapolres Belawan, Kriminalitas Disisir, Rasa Aman Warga Pulih

banner 468x60

Belawan — Dalam diskursus keamanan publik, efektivitas kepemimpinan seorang perwira kerap diukur dari kecepatan dan ketepatan merespons keresahan kolektif masyarakat. Baru empat belas hari menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Rosef Efendi, S.I.K., M.H., CPHR., telah mencatatkan progresivitas kinerja yang dinilai melampaui ekspektasi publik.

Langkah-langkah taktis yang diambil tidak semata rutinitas penegakan hukum (law enforcement) konvensional, melainkan manifestasi nyata dari implementasi konsep Polri Presisi di wilayah pesisir strategis seperti Belawan.

Capaian tersebut menuai apresiasi luas dari berbagai kalangan. Salah satunya disampaikan oleh tokoh penggiat sosial dan lingkungan, Patar Panjaitan, pada Sabtu (24/1/2026).

Dalam dua pekan terakhir, jajaran Polres Pelabuhan Belawan secara intensif menyasar sejumlah persoalan yang selama ini menjadi “duri dalam daging” stabilitas wilayah, mulai dari aksi begal, tawuran remaja, pungutan liar (pungli), hingga jaringan peredaran narkotika.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Huta Padang Simanosor Tapteng Mengeluh Sudah Tiga Tahun Irigasi Rusak, 60 Hektar Lahan Tak Bisa Ditanami Padi

Patar Panjaitan, yang juga Pendiri Green Clean Earth Foundation (Bumi Bersih Hijau), menilai telah terjadi pergeseran paradigma keamanan di Belawan lebih mengedepankan pendekatan preventif, namun tetap represif secara terukur.

“Kami melihat ritme kerja yang dinamis dengan determinasi tinggi. Dalam waktu yang relatif singkat, simpul-simpul kriminalitas yang selama ini mengakar mulai diurai dengan ketegasan yang elegan. Ini sinyal positif bagi ekosistem sosial di Belawan,” ujar Patar saat ditemui di kawasan Belawan.

Baca Juga :  Kepala UPT KPH Kubu Raya Akan Mengeluarkan Surat Secara Dinas Panggilan Supir dan Pemilik BB

Keberhasilan aparat dalam menyisir titik-titik rawan kriminalitas dinilai sebagai langkah krusial. Secara filosofis, Patar menegaskan bahwa lingkungan hidup yang sehat tidak hanya berbicara soal kelestarian alam, tetapi juga ekosistem sosial yang bebas dari ancaman kriminalitas.

Kehadiran personel kepolisian di titik-titik krusial melalui operasi skala besar yang dilakukan hampir setiap hari dinilai telah merekonstruksi kembali sense of security (rasa aman) warga yang sempat memudar.

Meski demikian, di balik apresiasi tinggi tersebut, Patar turut menyampaikan catatan penting agar kinerja impresif ini tidak bersifat temporer atau sekadar “hangat-hangat tahi ayam”.

Baca Juga :  Polsek dan Bhayangkari Manduamas Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Tapanuli Tengah

“Masyarakat mendambakan keamanan yang absolut dan berkelanjutan. Kami berharap tindakan tegas ini dilakukan secara kontinu. Stabilitas wilayah membutuhkan napas panjang dan komitmen yang tidak boleh kendur. Jangan sampai gerakan ini hanya panas di awal,” tegasnya.

Kini, publik menaruh harapan besar agar performa awal kepemimpinan AKBP Rosef Efendi dapat menjadi benchmark baru dalam pelayanan kepolisian di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Dengan sinergi solid antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat, visi Belawan yang kondusif, aman, dan bermartabat bukan lagi sekadar retorika, melainkan realitas yang sedang diwujudkan.(Bambang Hermanto)

Bravo, Polres Pelabuhan Belawan!

Pos terkait