Kenaikan Kelas Penuh Haru di SD Cibunar 1: Orang Tua Ucapkan Terima Kasih

banner 468x60

Sukabumi, realita.online, 24 Juni 2026 – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti SD Negeri Cibunar 1, Kampung Cibunar 1, Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Rabu 24/6. Sekolah tersebut menggelar acara kenaikan kelas sekaligus pelepasan siswa-siswi kelas 6.

Dewan guru, panitia, dan ratusan orang tua murid tampak antusias menghadiri acara tersebut. Sorak gembira anak-anak yang naik kelas menambah semarak suasana.

Momen paling menyentuh terjadi pada siswa kelas 2A. Mereka harus berpisah dengan wali kelasnya, Restu Andini Wulandari, untuk melanjutkan ke kelas 3 dengan guru baru. 

Baca Juga :  PT Pelindo Regional 1 Berbaur Dengan Masyarakat Merayakan Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H Di Belawan

Erni Kusnawati, nenek dari Andhika Bhayangkara salah satu siswa kelas 2A, mengaku terharu.

“Hari ini saya sangat bahagia karena cucu saya naik ke kelas 3. Semua tidak lepas dari bimbingan Ibu Restu yang mendidik anak-anak dengan penuh kasih sayang dan sabar. Kami orang tua kelas 2A mengucapkan banyak terima kasih ke Bu Restu. Mohon maaf juga bila ada kenakalan anak-anak kami,” ujarnya.

Kinerja Restu Andini Wulandari sebagai guru honorer juga mendapat apresiasi dari DPC Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama AWIBB Sukabumi Raya.

Baca Juga :  Proyek Saluran Drainase di Kompleks Bali Mas 1 Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi, Lemahnya Pengawasan Internal dari Pemkot/Perkim dan Eksternal dari Konsultan

Ketua DPC AWIBB Sukabumi Raya, Erik Surya Sumantri, mengatakan hasil penelusuran ke beberapa orang tua murid menunjukkan respon positif terhadap dedikasi Restu.

“Mengajar anak usia dini bukan hal mudah. Tapi beliau menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan kesabaran. Sebagai bentuk apresiasi, kami sempat haturkan ucapan saat ulang tahunnya ke-26 beberapa waktu lalu,” ungkap Erik.

Lebih lanjut, Erik mendukung pernyataan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi soal perlindungan kinerja guru.

“Mari ciptakan situasi aman dan nyaman untuk guru agar bisa fokus mencetak generasi cerdas dan tangguh. Ketika kita mendaftarkan anak ke sekolah, berarti kita percaya pada guru. Percayalah, guru tidak mungkin menghukum tanpa sebab. Hukuman diberikan untuk mendidik kedisiplinan, bukan untuk menganiaya,” tegasnya.

Baca Juga :  Beriman Panjaitan. SH. MH. kuasa Hukum Jumadi Apresiasi Mahkamah Agung Putuskan Menolak Kasasi Pemdes Sidorukun

Ia berharap akan lahir “Restu-Restu” lain di seluruh sekolah Sukabumi. Guru-guru honorer yang konsisten dan semangat berjuang untuk pendidikan tunas bangsa, meski statusnya masih honorer.

Acara ditutup dengan pelepasan siswa kelas 6 yang diiringi isak tangis haru orang tua dan guru.

 

[DPC  AWIBB Sukabumi Raya].

Pos terkait