Bupati Cianjur Bohongi Ulama dan Kyai Atas Janji Politiknya

banner 468x60

Cianjur, Realita.online – Situasi Politik di Kabupaten Cianjur kian memanas, barisan masyarakat yang dipelopori oleh GP Ansor dan Banser menagih janji politik Bupati Cianjur.dr Mohammad Wahyu Ferdian atas janji politiknya pada saat kampanye, terutama janji politiknya yang akan memberikan hibah untuk pesantren sebanyak 300 juta per pesantren,dan akan memberikan intensive untuk para guru ngaji dan imam masjid ,serta anggaran untuk peningkatan ekonomi per RT sebanyak 25 juta.

Namun dalam kenyataan, justru janji politik tersebut tidak ditepati alias ingkar janji saat Bupati terpilih sudah berkuasa, bahkan aliansi masyarakat peduli masyarakat di Kabupaten Cianjur akan mengerahkan ribuan masa untuk melakukan aksi damai serta doa bersama di Kantor Bupati Cianjur besok Kamis 20 November 2025.

Kasat Korcab GP Ansor Kabupaten Cianjur, Endang Nurohman, mengecam keras Bupati Cianjur yang tidak menepati janjinya politiknya, dan dianggap sudah melakukan pembohongan publik dan menyakiti perasaan masyarakat, para kyai dan ulama yang ada di Kabupaten Cianjur.

“Janji Politik Bupati dan Wakil Bupati Cianjur bohong dan sudah kecewakan rakyat, cabut mandat bupati penipu yang sudah khianati rakyat,”ucapnya, Rabu (19/11/2025).

Bahkan menurut Endang, bahkan kini ironis sekali intensive untuk guru ngaji malah terjadi pemangkasan anggaran untuk 2026 nanti, serta banyak janji politiknya sampai saat ini belum ada realisasinya untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat.

“Pemangkasan intensive untuk guru ngaji bulan hanya persoalan teknis angaran, tetapi menyangkut kontrak sosial antara pemimpin dan rakyatnya,” ucapnya.

Bahkan menurut Endang, program pemberian intensive untuk guru ngaji ada bagian dari perencanaan pembangunan yang harusnya memberikan kontribusi indeks pembangunan manusia, namun justru program itu tidak direaliasikan bahkan terjadi pemangkasan anggaran di RAPBD Kabupaten Cianjur tahun 2026.

“Untuk itu kami dari GP Ansor dan Banser serukan untuk mencabut Mandat Rakyat untuk turunkan Bupati dan Wakil Bupati Cianjur yang sudah menipu rakyat atas janji janji politiknya yang begitu manis, namun kini tidak direalisasikan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat Cianjur,” ucapnya.

Lebih lanjut Endang Menjelaskan, hal ini adalah puncak kekecewaan masyarakat terhadap pembohongan publik yang dilakukan Bupati, dalam politik elektoral masyarakat, masyarakat dalam menentukan pilihan kepada calon pemimpinan berdasarkan program kerja dan program yang ditawarkan mereka.

“Namun jika sekarang sudah berkuasa tidak pernah direaliasikan berarti hal tersebut susah membohongi dan mengkhianati masyarakat Kabupaten Cianjur,” Pungkasnya. ** (Red)