Bekasi, Realita.online – 7 Juni 2026 – Ketua Aliansi Wartawan Indonesia Bangkit Bersama – AWIBB DPD Jawa Barat, Jimy, mengingatkan pentingnya mengutamakan praktik lapangan dibanding sekadar wacana. Menurutnya, kemampuan jurnalistik diukur dari karya nyata, bukan dari hafalan teori.
“Teori saja lemah, lebih kuat dan bagus langsung praktek, terlihat dan terukur kemampuan. Kebanyakan teori tanpa praktek ibarat tong kosong nyaring bunyinya,” ujar Jimy saat berbincang dengan awak media, Minggu 7/6/2026.
Jimy menekankan, dunia jurnalisme saat ini menuntut wartawan yang cepat, akurat, dan menghasilkan karya. Teori jurnalistik memang penting sebagai pondasi, tapi tanpa praktik menulis, turun ke lapangan, dan memverifikasi data, seorang jurnalis sulit berkembang.
“Ilmu tanpa aksi itu kosong. Wartawan dibuktikan dari tulisannya, bukan dari sebutan. Turun ke lapangan, wawancara narasumber, cek fakta, baru tulis berita. Itu praktik yang sesungguhnya,” tegasnya.
Pernyataan Jimy ini sekaligus menjadi pesan moral bagi anggota AWIBB Jabar dan insan pers pada umumnya agar militan dalam berkarya. *Salam Satu Pena & Salam Militansi*, “pungkasnya.
AWIBB sendiri aktif membina anggotanya melalui pelatihan langsung ke lapangan, bedah kasus berita, dan pendampingan penulisan jurnalistik sesuai UU Pers No. 40/1999.
Narahubung: Jimy, Ketua AWIBB DPD Jawa Barat.
#AWIBB #SalamSatuPena #SalamMilitansi #JurnalismePraktik #WartawanJabar










