Diduga Jual Tanah Tanggul, Pesan Suara Kecewa Terhadap Oknum Proyek Normalisasi dalam Group WhatsApp Menjadi Sorotan Publik 

banner 468x60

Kabupaten Bekasi, Realita.online – Ramai perbincangan dalam Group – Group WhatsApp terkait proyek penanggulangan banjir di sepadan kali Srengseng Hilir, pesan suara mengungkapkan bahwa jebolnya tanggul diakibatkan oleh oknum proyek atau pembantu terselengaranya proyek, yang diduga memanfaatkan situasi.

Menurut narasumber dalam pesan suara, oknum pembantu dalam proyek normalisasi diduga pelaku penjual tanah, yang seharusnya tanah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menopang bantaran kali dibuat menjadi tanggul, guna menahan debit air, Senin (3/11/2025).

Baca Juga :  Pengedar Obat Tramadol dan Eksimer Dilaporkan Ke Polsek Cikarang

Taram (Marong), dalam pesan singkatnya mengungkapkan rasa kekecewaannya, dirinya bertanya – tanya dengan kelakuan oknum dalam kegiatan proyek Normalisasi kali Sekunder Srengseng Hilir, yang diduga menjual tanah, seharusnya tanah tersebut dapat digunakan menguruk tanggul agar tidak jebol.

“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, rekan – rekan ku semua, sekedar info ini, katanya proyek normalisasi yang diduga dikerjakan melalui PT BRP menanggulangi banjir, rumah ge di bantaran kali pada di gedor – gedorin, di bongkar – bongkarin, tanahnya malah pada di jual – jualin, jadinya dimana – mana pada kebanjiran, aduh gimana ini rekan – rekan,” ucap Taram mengungkapkan kekecewaannya dalam pesan suara.

Baca Juga :  Apel Siaga Gabungan TNI-POLRI Bersama Elemen Masyarakat Antisipasi Guantibmas di Wilkum Polsek Sukatani

Sementara itu, H. Heri Samsuri selaku tokoh masyarakat mengingatkan kepada oknum yang terlibat dalam penjualan tanah, bahwa jika demikian hal ini tidak ada toleransi.

“Masyarakat banyak yang mengadu kepada saya, bahwa banjir di Kampung Srengseng, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, akibat banyak kejanggalan dalam pekerjaan proyek, salah satunya masyarakat mengadu bahwa tanah banyak yang dijual, di manfaatkan oleh oknum, sehingga tanggul mudah jebol, kami akan laporkan, saya tak akan tinggal diam,” ucap H. Heri Samsuri pada Minggu, 2/11/2025 di kediamannya

Pos terkait