Jelang Pemilihan Ketua KONI Kalbar, Kapolresta dan Ormas Lintas Etnis Merapatkan Barisan: DAD Tegas Tampik Isu Dukungan, Kalbar Pilih Kondusivitas

Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Barat pada 6 Desember 2025
banner 468x60

Jelang Pemilihan Ketua KONI Kalbar, Kapolresta dan Ormas Lintas Etnis Merapatkan Barisan: DAD Tegas Tampik Isu Dukungan, Kalbar Pilih Kondusivitas

Pontianak, Kalbar
Menjelang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kalimantan Barat pada 6 Desember 2025, dinamika semakin menghangat setelah beredar isu dukungan etnis tertentu terhadap salah satu kandidat ketua. Namun alih-alih memicu ketegangan, isu tersebut justru memunculkan satu sikap bersama dari berbagai pihak: Kalbar menginginkan suasana damai, pemilihan yang bersih, dan menolak politisasi identitas dalam olahraga.

Bacaan Lainnya

Kesimpulan itu mengemuka setelah dua pertemuan penting berlangsung di Pontianak: audiensi sejumlah ormas lintas etnis dengan Kapolresta Pontianak serta pertemuan tokoh-tokoh ormas di sebuah kafe di Jalan Gajahmada. Dalam pertemuan tersebut, Dewan Adat Dayak (DAD) tampil paling tegas membantah isu dukungan yang disebut-sebut melibatkan etnis tertentu.

Kapolresta Terima Audiensi Ormas: “Keamanan dan Demokrasi Tidak Boleh Diganggu”

Kapolresta Pontianak, Kombes Pol. Suyono, S.I.K., S.H., M.H., menerima audiensi sejumlah organisasi kemasyarakatan Kalbar pada Kamis (4/12) pukul 15.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi ajang koordinasi untuk memastikan Musorprov KONI berlangsung aman, tertib, dan bebas tekanan dari pihak mana pun.

Baca Juga :  Medan Utara FC Juara 1 Turnamen Sepak Bola Wanita Yang Dilaksanakan Di Lapangan Titi Papan

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun penuh ketegasan itu, Kapolresta menyatakan bahwa Polresta Pontianak berkomitmen penuh menjaga netralitas dan stabilitas daerah.

> “Polresta Pontianak menjamin keamanan selama proses Musorprov. Kami minta semua pihak mengikuti mekanisme dan menghindari intervensi apa pun. Demokrasi olahraga harus dijaga,” tegasnya.

Para perwakilan ormas menyampaikan kegelisahan masyarakat terkait isu adanya penggiringan aklamasi. Mereka berharap aparat kepolisian memastikan seluruh proses pemilihan berjalan jujur, transparan, dan fair play.

Kapolresta menegaskan kembali bahwa kepolisian siap mencegah gangguan dalam bentuk apa pun, termasuk politisasi identitas, tekanan kelompok, hingga penyebaran isu liar yang berpotensi memicu gesekan sosial.

DAD Tegas Bantah Isu Dukungan: “Jangan Seret Identitas Kami, Ini Murni Agenda Olahraga”

Di lain tempat, pertemuan lintas etnis — Dayak, Melayu, Tionghoa, hingga elemen pemuda — berlangsung di sebuah kafe di Jalan Gajahmada. Pertemuan ini digelar untuk merespons isu berkembang mengenai dukungan etnis tertentu terhadap kandidat Ketua KONI Kalbar.

Baca Juga :  Kapolres Sibolga Melaksanakan Olahraga Bersama Dan Perlombaan Sambut HUT Kemerdekaan RI Ke-80 Tahun 2025

Dalam pertemuan tersebut, suara paling lantang datang dari Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, yang menyampaikan bantahan keras dan tanpa kompromi.

> “Isu bahwa DAD atau etnis tertentu mendukung calon A atau B adalah tidak benar dan menyesatkan. Jangan menyeret nama Dayak untuk kepentingan kontestasi. Kami netral.”

Ia menegaskan bahwa Rakorda DAD pada 6 Desember 2025 murni agenda internal, bukan ajang deklarasi politik atau dukungan kepada kandidat Ketua KONI.

> “Kami hadir untuk meluruskan. Dayak tidak sedang berpolitik dalam kontestasi KONI. Jangan ada pihak yang memelintir, karena itu hanya akan merusak harmoni,” sambungnya.

Panglima Bala Komando, Yayan, juga menegaskan bahwa ormas Melayu maupun ormas lintas etnis lainnya menolak keras politisasi SARA dalam proses pemilihan KONI.

> “Ini olahraga. Tidak boleh ditarik ke isu suku, agama, atau tekanan elite. Tidak ada ormas yang mengusung calon tertentu. Semua harus sportif,” tegasnya.

Wakil Ketua DAD Kota Pontianak, Alex Sandra Djaong, menambahkan bahwa fokus utama Musorprov seharusnya adalah adu program, bukan adu sentimen.

> “Kami ingin mendengar visi besar untuk olahraga Kalbar, bukan adu isu SARA. Siapa pun yang terpilih, kami dukung selama ia profesional,” ujarnya.

Baca Juga :  SSB Gemilang Siap Berlaga di Piala Soeratin : Bawa Semangat Juang Generasi Muda

Sikap Bersama: Netralitas Dijaga, Kondusivitas Diutamakan

Dari audiensi di Mapolresta hingga konsolidasi lintas etnis di Gajahmada, satu pesan yang menguat ialah bahwa Kalbar memilih jalan damai dan menolak segala bentuk provokasi.

Para tokoh ormas sepakat bahwa seluruh peserta Musorprov harus:

Mengedepankan nilai sportivitas,

Menolak intervensi pihak mana pun,

Fokus pada visi pembangunan olahraga Kalbar,

Serta menjaga martabat dan integritas KONI.

Kapolresta mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh rumor yang dapat memecah belah.

Kalbar Menatap 6 Desember: Mengawal Pemilihan Bersih, Damai, dan Bermartabat

Menjelang pemilihan Ketua KONI Kalbar, seluruh elemen — mulai dari kepolisian, ormas Dayak, Melayu, Tionghoa, organisasi pemuda, hingga masyarakat luas — sepakat mengawal Musorprov agar berlangsung bersih, aman, dan bermartabat.

Dengan bantahan tegas DAD, komitmen ormas lintas etnis terhadap netralitas, serta kesiapan penuh Polresta Pontianak, Kalbar menegaskan bahwa dunia olahraga harus menjadi ruang pemersatu, bukan medan konflik.

Tim: Liputan Media

Pos terkait