Polisi Dirikan Lima Posko Tanggap Darurat di Jalan Lintas Blangkejeren—Kutacane untuk Korban Bencana

banner 468x60

Kutacane
Polres Aceh Tenggara mendirikan lima posko tanggap darurat di sepanjang jalan lintas Blangkejeren—Kutacane yang diperuntukkan bagi masyarakat korban bencana alam banjir dan longsor yang ingin transit atau berlindung.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menyampaikan bahwa posko-posko tanggap darurat tersebut merupakan wujud hadirnya Polri di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah. Posko ini bisa dijadikan tempat singgah bagi masyarakat korban bencana, baik yang akan pulang ke Kutacane maupun menuju Blangkejeren.

“Banyak masyarakat yang memilih jalan kaki karena akses jalan yang belum bisa dilalui. Posko-posko inilah yang nantinya akan dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat atau mencari informasi. Posko ini juga digunakan warga setempat yang terdampak bencana,” kata Yulhendri, Rabu, 3 Desember 2025.

Baca Juga :  Aparat Penegak Hukum Tidak Bernyali Tindak Perusahaan Bauksit Ilegal Milik Riski di Dusun Lais dan Jetty Pulau Cempedek

Kata Yulhendri, pihaknya sudah mendirikan lima posko tanggap darurat di jalan lintas Blangkejeren—Kutacane, yaitu di Desa Lawe Mengkudu, Desa Lauser, Gunung Bahagia, SD Negeri Ketambe, dan Masjid Ketambe.

Yulhendri menyebut, di posko tersebut juga tersedia berbagai layanan kemanusiaan seperti tempat berteduh, makanan siap saji, air minum, selimut, serta pelayanan kesehatan dari personel Sidokkes Polres Aceh Tenggara.

Baca Juga :  Patroli Skala Besar Polres Tapanuli Tengah Jamin Keamanan Malam Minggu, Sasar Titik Rawan Kejahatan Jalanan

Keberadaan posko ini juga memastikan situasi tetap aman dan kondusif bagi masyarakat yang belum kembali ke rumahnya pascabencana.

“Posko ini kami siapkan untuk memberikan tempat istirahat yang layak dan aman bagi warga yang terdampak banjir. Personel kami siaga 24 jam untuk membantu segala kebutuhan masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan dan pendistribusian bantuan hingga mengantar masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Yulhendri memastikan posko tanggap darurat ini akan tetap beroperasi sampai kondisi kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala. Di samping itu, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembersihan, evakuasi, dan pendampingan terhadap warga terdampak.

Baca Juga :  Hadiri Undangan Lidik Polres, Rizal Bakri Beberkan Bukti Dugaan Fiktif Dana Desa Simpang Koje

Warga yang singgah di posko tersebut mengaku sangat terbantu, terutama mereka yang rumahnya masih belum bisa ditempati akibat lumpur dan kerusakan yang ditinggalkan banjir. Kondisi posko yang tertata rapi serta keramahan anggota Polres membuat warga merasa nyaman dan aman.

Pos terkait