Warga Sukamulya Desak Dispora dan PSDA Benahi Saluran Air di Area SOR Sukatani Bekasi

banner 468x60

Kabupaten Bekasi, realita.online Selasa 16 Juni 2026 – Keluhan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani, menyoroti carut marutnya penataan kawasan di lingkar Sarana Olahraga [SOR] Sukatani akhirnya disuarakan ke publik.

Tokoh masyarakat, tokoh pemerhati lingkungan, tokoh petani, dan tokoh agama bersama-sama menyampaikan aspirasinya melalui BPD Sukamulya terpilih 2026, Madrawi, Selasa [16/6/2026].

Madrawi menegaskan, penataan Drainase di lingkar SOR Sukatani yang tidak optimal berimbas langsung pada sektor pertanian. Aliran air untuk mengairi pesawahan produktif di wilayah Sukamulya menjadi tersendat.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, Kapolres Metro Bekasi Ajak Ormas dan LSM Jaga Kamtibmas serta Sukseskan Program MBG

“Warga menilai bangunan Udhit yang sudah ada saat ini tidak ada fungsinya. Akibatnya sampah menumpuk dan menyumbat saluran air. Ini mengakibatkan kebutuhan air untuk pesawahan terhambat,” ujar Madrawi saat ditemui di Desa Sukamulya, Selasa [16/6].

Menurutnya, Dinas Pemuda dan Olahraga [Dispora] Kabupaten Bekasi selaku pengelola Sarana Olahraga [SOR] Sukatani harus memaksimalkan penataan saluran air di lingkungan tersebut. Pembenahan drainase dinilai mendesak agar aliran air dan kebutuhan Petani kembali lancar.

Baca Juga :  Gempar!!, Jalan Srengseng Sukatani Berduka, Puluhan Pengendara Roda Dua Jadi Korban

Selain Dispora, Madrawi juga meminta Dinas Sumber Daya Air [PSDA] Kabupaten Bekasi turun tangan menindaklanjuti keluhan warga. Langkah konkret yang ia dorong adalah pembangunan pintu air buka-tutup di saluran utama.

“Poin pentingnya PSDA segera membangun pintu air buka tutup. Ini untuk memaksimalkan debit kebutuhan air bagi petani, terutama saat musim tanam. Tanpa pengaturan debit yang baik, sawah warga bisa gagal panen,” tegasnya.

Baca Juga :  DLH Kabupaten Bekasi di Desak Tutup PT. Kunci Emas Sejahtera

Madrawi mengingatkan, kesejahteraan petani sangat menunjang ketahanan pangan masyarakat luas. Hal itu sejalan dengan program prioritas pemerintah pusat.

“Kami berharap keluhan ini segera direspons. Jangan sampai karena saluran air macet, produktivitas sawah Sukamulya turun. Petani sejahtera itu bagian dari ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dispora dan PSDA Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan warga Sukamulya.

Pos terkait