“Konflik SMA Negeri 6 Tangsel Berakhir, 9 Siswa Dialihkan ke Sekolah Swasta setelah Protes Warga”

banner 468x60

Tangerang Selatan, Realita.Online, Jum’at (11 Juli 2025), Penyegelan SMA Negeri 6 Tangsel Usai, Disdikbud Banten Pastikan Solusi untuk Siswa yang Tidak Diterima. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten, Lukman, menyatakan bahwa konflik penyegelan akses menuju SMA Negeri 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) oleh warga telah menemui titik terang. Persoalan ini muncul setelah sembilan warga Pamulang Permai memprotes karena anak mereka gagal masuk sekolah negeri melalui jalur domisili.

Baca Juga :  Setelah Hampir 4 Bulan, Akhirnya Kasus Persetubuhan Terhadap Anak Dengan Tersangka "Kasim" Disidangkan di PN Binjai, Ketua DPD AWPI Hadir Sebagai Saksi.

“Kami telah menyalurkan kesembilan siswa tersebut ke sekolah swasta sesuai aturan. Alhamdulillah, masalah ini bisa diselesaikan dengan baik,” tegas Lukman di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (9/7/2025).

Baca Juga :  Rahman Grafiqi Ketua HNSI Kota Medan Beserta Jajaran Beri Bantuan Sembako Pada Korban Kebakaran di Belawan

Aksi penyegelan dengan pemasangan portal itu, menurut Lukman, muncul akibat kekecewaan orang tua terhadap hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025. Padahal, rumah mereka berdekatan dengan sekolah.

“Mereka kecewa karena anaknya tidak lolos ke SMP negeri, lalu ditolak lagi di SMA terdekat. Akhirnya, mereka menutup akses sekolah sebagai bentuk protes,” ujarnya.

Baca Juga :  Belawan Salah Satu kota Yang Jorok Dan Kumuh Di Medan Utara Yang Tidak Tertata

Lukman mengakui bahwa kurangnya sosialisasi tentang mekanisme SPMB turut memicu kemarahan warga. “Informasi tidak tersampaikan secara menyeluruh, sehingga menimbulkan mispersepsi. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami ke depan,” pungkasnya.

Pos terkait