BEKASI, realita.online – Jumat 19 Juni 2026, Ribuan hektare sawah di Kabupaten Bekasi terancam gagal produksi musim kemarau ini. Penyebabnya sedimentasi tinggi dan ratusan bangunan liar di Saluran Sekunder SS Balong Tua.
Plt Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja bersama BBWS, Kasatpol PP, Camat Sukatani, Camat Tambelang, langsung tinjau lokasi Jumat 19/6/2026. Titik tinjau Desa Sukamulya, Sukatani hingga Desa Sukawijaya, Tambelang.
Sedimentasi menumpuk di SS Balong Tua. Ditambah 217 bangunan liar di bantaran saluran. Akibatnya air irigasi ke sawah macet. Yang terdampak sekitar 1.500 hektare sawah di Sukatani, Tambelang, Sukawangi.
“Air tidak sampai ke sawah. Kalau air nggak sampai, petani nggak bisa panen. Bahkan ada lahan yang nggak bisa ditanami sama sekali,” kata Asep usai tinjau lokasi.
Kondisi ini ancam ketahanan pangan daerah kalau dibiarkan. Pemkab Bekasi dan BBWS siap normalisasi saluran sepanjang 4,5 km. Tapi akses alat berat ketutup bangli.
Berdasarkan data sementara, ada 217 bangunan liar sepanjang jalur Sukatani-Sukawangi. Di Sukatani saja 59 unit. Sisanya masih diverifikasi.
Penertiban nggak bisa dihindari biar normalisasi jalan. Namun Pemkab pastikan pakai pendekatan persuasif demi kemanusiaan.
“Kita nggak mau asal bongkar. Kita komunikasi, persuasif. Alhamdulillah warga paham ini demi kepentingan petani,” tegas Asep.
Plt Bupati juga dialog langsung dengan pemilik bangli terdampak. Pemda segera cari solusi terbaik sebelum eksekusi.
Kabid Trantib Satpol PP Ganda Sasmita mengatakan pihaknya sudah data sosialisasi ke warga penghuni bangli.
“Pak Plt Bupati turun door to door minta warga bongkar mandiri,” ujar Ganda.

Pemkab Bekasi bersama BBWS bakal gelar rapat teknis dalam waktu dekat. Targetnya matangkan normalisasi dan penanganan 217 bangli.
Pemkab Bekasi berharap fungsi irigasi pulih, air lancar ke sawah, dan ribuan petani terhindar dari gagal panen.










