Pesan Tegas Prabowo di HUT Bhayangkara ke-80: Kepercayaan Rakyat adalah Senjata Terkuat Polisi

banner 468x60

Bogor, Realita.onlineRabu, 1 Juli 2026 – Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan keras untuk Korps Bhayangkara. Saat memberi amanat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026), Kepala Negara menegaskan satu hal: kepercayaan rakyat adalah modal utama Polri.

Sebagaimana dilansir Detikcom, amanat Prabowo berisi 6 poin penting sebagai arah pengabdian Polri ke depan.

1. Jaga Kepercayaan Rakyat: “Pertama, jagalah kepercayaan rakyat, karena kepercayaan adalah senjata terkuat seorang polisi,” tegas Prabowo.

2. Hadir & Melayani, Jangan Menyusahkan: Langkah mendekat ke masyarakat jadi penekanan utama. Prabowo minta polisi hadir nyata, bukan sekadar seremonial.

Baca Juga :  MENYONGSONG SUKAMULYA BERBENAH, RAKA BAGASKARA SIAP MAJU DI PILKADES SUKAMULYA 2026-2034

“Datanglah ketika rakyat membutuhkan, dengarkan rakyat, layani rakyat, lindungi rakyat. Jangan justru menyusahkan rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan: semua fasilitas Polri berasal dari rakyat. “Ingat, gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat. Semua perlengkapan kita dari rakyat, karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat.” tambahnya.

3. Tegakkan Hukum Adil Tanpa Pandang Bulu: Prabowo menuntut keberanian Polri membela kebenaran. “Tegakkan hukum dengan adil, beranilah membela yang benar, beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapa pun. Kita hanya takut pada Tuhan Yang Maha Esa.”

Baca Juga :  Pemdes Lambangsari Tambun Selatan Sukses Lantik RT RW Periode 2025-2030

*4. Kuasai Teknologi & AI: Menghadapi kriminalitas modern, Prabowo mendorong Polri kuasai ilmu dan teknologi. “Kuasai ilmu pengetahuan, kuasai teknologi, kuasai kecerdasan buatan. Kejahatan kini dan masa depan hanya bisa dikalahkan oleh aparat yang selalu belajar, yang cerdas dan yang handal.”

5. Perkuat Sinergi & Rendah Hati: Sinergi dengan TNI, pemerintah, hingga masyarakat diminta diperkuat. Sikap rendah hati disebut jadi fondasi kemajuan institusi.

Baca Juga :  Dugaan Skandal Transfer Pricing CPO ke Singapura Terkuak, Negara Diduga Rugi Ratusan Triliun

“Jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi semakin menunduk, rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan berperilaku yang baik.”

6. Terbuka pada Kritik: Prabowo menutup amanatnya dengan pesan reflektif. “Institusi yang kuat adalah institusi yang mau berubah, institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati.”

Amanat ini jadi kompas bagi 440 ribu lebih personel Polri untuk terus berbenah di usia ke-80.

Pos terkait