Pengerjaan Ruas Jalan Mempawah Sungai Pinyuh Dikerjakan “Asal-Jadi”, Bagi Pemudik Idul Fitri Diharapkan Hati-hati Banyak Jalan Berlubang

banner 468x60

Mempawah, Realita.online – Proyek Jalan Nasional,Pekerjaan Pelebaran Jalan Ruas Jalan Batas Kota Mempawah – Sei Pinyuh senilai Rp 146,9 Milyar, dikerjakan asal jadi,seperti jebakan batman lubang pada jalan tersebar dibeberapa titik ruas jalan padahal belum lama dilakukan pengaspalan.

Hasil pantauan awak media di lapangan pada Sabtu 22 Maret 2025 tak ada lagi aktifitas pengerjaan proyek bernilai pantastis tersebut.

Baca Juga :  Bhayangkari Peduli! Polres Simalungun Gelar Dapur Umum, Siapkan Ribuan Makanan untuk Korban Banjir dan Longsor Sumut

Awak media juga menduga pekerjaan tersebut dikerjakan tidak sesuai juklak dan juknis yang mana item kegiatan aspal diduga tipis sehingga patut diduga adanya mark up volume kegiatan

Anehnya pengerjaan kegiatan proyek yang menelan dana hingga ratusan milyar ini untuk hasil item pengaspalannya diduga tidak memperhitungkan kemiringan jalan serta patut diduga saat pemadatan pengaspalannya kurang maksimal sehiinga bnyak jalan yang bergelombang dan berlobang.

Baca Juga :  Pengelolaan Anggaran Proyek Abrasi di Desa Kuala Karang : Temuan Indikasi Korupsi

Diketahui Proyek Pelebaran Jalan Menuju Standar Ruas Jalan Bts. Kota Mempawah – Sei Pinyuh dilaksanakan oleh PT. Odyssey Sarana Mandiri KSO PT. Bayu Karsa Utama dengan metode Kontrak Tahun Jamak atau Multi Years, menggunakan APBN Tahun Anggaran 2022.

Status Kontrak proyek ini diduga sedang Kritis karena progres fisik masih rendah, sementara masa kontrak diketahui telah berakhir dan mendapat pengajuan.perpanjangan waktu hingga Maret 2025.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Tegaskan Teras Cihampelas Tidak Dibongkar, Fokus pada Renovasi dan Perawatan

Belum dapat diketahui apa kendala yang dialami oleh pihak Pelaksana.

Dari hasil pantauan dilapangan tak ada lagi kegiatan pekerjaan, alat alat berat tampak sudah terparkir dipinggir jalan sejak sepekan, aktifitas kegiatan berhenti total, proyek ratusan milyar itu kini terbengkalai.

Pos terkait