Penertiban SPBU Kutacane: Bupati Aceh Tenggara Turun Langsung, Minta Pertamina Tata Ulang Antrean BBM

banner 468x60

​Kutacane, Aceh Tenggara
Bupati Aceh Tenggara, H. M. Salim Fakhry, mengambil langkah cepat merespons keluhan masyarakat terkait panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) dan dugaan penyalahgunaan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Melayu.

​Pada Kamis, 13 November 2025, Bupati Salim Fakhry didampingi tim dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) langsung mendatangi lokasi SPBU. Kedatangan ini bertujuan untuk memverifikasi laporan publik dan memastikan operasional SPBU berjalan sesuai ketentuan.
​Di lokasi, Bupati terlihat aktif mencari penanggung jawab SPBU untuk meminta keterangan langsung mengenai situasi yang terjadi.

Baca Juga :  Gudang Diduga Ilegal CPO dan Penyalahgunaan Solar Subsidi di Mempawah Disorot Warga

​Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Salim Fakhry menyampaikan instruksi yang tegas. Ia meminta pihak Pertamina segera menertibkan mekanisme antrean di seluruh SPBU di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Jalin Hubungan Humanis DPW FRIC Kalbar di Mako Polres Sekadau: Sinergitas Tetap di Pertahankan

​”Kepada pihak Pertamina, mohon agar segera menertibkan antrean di SPBU. Dan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta pihak kepolisian, jika menemukan adanya indikasi kecurangan atau praktik yang mencurigakan, segera ditindak tegas,” ujar Bupati dengan lugas.

​Lebak lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya transparansi waktu operasional. ​”Untuk pihak SPBU, kami minta agar jam buka operasional ditetapkan mulai pukul 07.00 WIB. Hal ini penting agar masyarakat tidak sampai menaruh curiga atau berprasangka negatif terhadap pengelolaan BBM,” tambahnya.

Baca Juga :  Terindikasi BBM Bersubsidi Alih Fungsi Untuk Cukong Kontarktor Nakal

​Langkah cepat dan tegas dari Bupati Aceh Tenggara ini diharapkan dapat membawa ketertiban baru, memastikan distribusi BBM berjalan lancar, dan menghilangkan potensi penyalahgunaan yang merugikan masyarakat luas.

Pos terkait