PDAM Tirta Agara Percepat Perbaikan Pipa Induk Terdampak Bencana

banner 468x60

KUTACANE
PDAM Tirta Agara bergerak cepat melakukan perbaikan darurat pada sejumlah titik kerusakan dan pipa induk yang terdampak bencana alam pada Selasa malam. Upaya percepatan ini dilakukan untuk memastikan air bersih dapat kembali mengalir ke permukiman warga.

Tim teknis PDAM turun langsung ke lapangan pada Rabu, 2 November 2025, untuk menangani kerusakan dan memetakan aliran air agar dapat dibagi sementara ke beberapa lokasi pelanggan.

Baca Juga :  PT WHS Diduga Biarkan PETI Beroperasi Dua Tahun, Penegakan Hukum Dipertanyakan

Direktur PDAM Tirta Agara, Budiaman, menyampaikan bahwa pihaknya terus bekerja maksimal demi memulihkan distribusi air bersih bagi masyarakat Aceh Tenggara.
“Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik. Meskipun situasinya sulit, kami tetap semangat menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Budiaman menjelaskan bahwa bencana banjir bandang telah menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur PDAM. Pipa induk di kawasan Lawe Sikap dilaporkan putus, sementara kerusakan parah juga terjadi di Lawe Arum. Meski demikian, sebagian kerusakan telah berhasil ditangani secara darurat.

Baca Juga :  Miris Aktivitas PETI di Desa Padang Kelapo, RT 05, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Jambi Bebas Beroperasi, Apakah Ada Setoran..??

“Alhamdulillah, perbaikan darurat di Lawe Arum sudah memungkinkan aliran air mulai kembali mengalir. Saat ini, yang masih dalam proses adalah pipa induk di Lawe Sikap karena tingkat kerusakannya cukup berat. Pipa tersebut sebelumnya melintas di jembatan gantung, dan baik jembatan maupun pipa penyeberangan telah hanyut akibat banjir bandang beberapa hari lalu,” ucapnya.

Baca Juga :  Diduga Langgar Spesifikasi Teknis dan Regulasi Konstruksi, Proyek Jalan Patok 50 Sungai Bulan Baru Seumur Jagung Sudah Rusak

PDAM Tirta Agara meminta masyarakat, khususnya yang berada di wilayah terdampak, untuk bersabar dan memahami kondisi pemulihan ini. Distribusi air sementara dilakukan secara bergiliran dan diperkirakan membutuhkan waktu dua hari untuk kembali mengalir ke tiap pelanggan. Namun, sebagian pelanggan berpotensi belum mendapatkan aliran air jika tekanan belum mencukupi, mengingat perbaikan yang dapat dilakukan saat ini masih bersifat darurat.

Pos terkait