Juliyatmono Usul Sekolah Kedinasan Tak Lagi Gratis dan Otomatis Jadi CPNS

banner 468x60

Jakarta, Realita.OnLine – (6 Juli 2025), Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Golkar, Juliyatmono, mengusulkan agar sekolah kedinasan tidak lagi diberikan secara gratis maupun menjamin lulusannya langsung menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Usulan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto pada Rabu (2/7).

“Saya punya gagasan, sambil menghitung revisi UU Sisdiknas ke depan, bagaimana sekolah kedinasan tetap ada, tapi terbuka untuk semua dan dibiayai secara mandiri oleh masyarakat,” kata Juliyatmono, dikutip dari siaran YouTube TV Parlemen, Jumat (4/7).
Ia menyarankan sistem pembiayaan sekolah kedinasan dibuat seperti perguruan tinggi lainnya, yakni berbayar dan bersaing secara terbuka. Setelah lulus, mahasiswa tetap harus mengikuti seleksi CPNS seperti masyarakat umum.

Baca Juga :  Fast Respon Indonesia Center Komitmen dan Berpartisipasi Untuk Dukung Polri Pengamanan Nataru Melalui OPS Lilin 2025

“Kalau dia mau masuk IPDN, ya proses seleksinya ketat dan tetap bayar. Lalu saat ikut CPNS, ya ikut seleksi seperti yang lain,” lanjutnya.

Juliyatmono menilai sistem yang ada saat ini menciptakan kesan eksklusif di kalangan lulusan sekolah kedinasan. Ia menyebut adanya pembentukan korsa atau solidaritas internal yang berlebihan sehingga sulit berbaur dengan pegawai dari latar belakang lain.

Baca Juga :  Diduga Ada Permainan Kotor di Balik Aspal Tipis Proyek Jalan Seberu–Nanga Lunggu: Lemahnya Pengawasan Internal dari Balai Pelaksana Jalan Nasional !!!

“Sering merasa paling jago, paling unggul. Padahal biaya sekolahnya tidak murah dan ditanggung sepenuhnya oleh negara dari mandatory spending 20 persen APBN,” tegasnya.

Karena itu, ia mengusulkan agar ke depan sekolah kedinasan membuka akses lebih luas bagi masyarakat, tanpa jaminan otomatis menjadi CPNS.

Baca Juga :  BNCT Mengalami Peningkatan Secara Global, Bongkar Muat 443 Ribu TEus Pada Kuartal Ketiga Tahun 2024

“Ini masih sebatas gagasan. Butuh kajian mendalam agar bisa diterima semua pihak pada waktunya nanti,” pungkas Juliyatmono.

Pos terkait