Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Meninggal Dunia Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Tapanuli Tengah

Bayi Perempuan Yang Baru Lahir Meninggal Dunia Di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan Tapanuli Tengah
banner 468x60

Tapanuli Tengah, Sumut
Orang tua dari bayi perempuan yang baru lahir yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) pandan Tapanuli Tengah merasa kecewa kepada pihak RSUD pandan, dikarenakan pihak rumah sakit di duga telah membuat kelalaian dalam pelayanan medis,mulai dari penanganan awal hingga tindakan lanjutan,kelalaian itu menyebabkan hilangnya nyawa sang buah dari pasangan suami istri Laris Silitonga dan Tiur Marganda Simamora,yang beralamat jl.gatot Subroto,kelurahan pondok batu,kecamatan sarudik,kabupaten Tapanuli Tengah,provinsi sumatera Utara.Senin (27/04/2026).

Laris Silitonga orang tua dari bayi perempuan yang meninggal dunia tersebut,saat ditemui oleh awak media Selasa (28/04/2026) mengatakan bahwa”kami tidak menuduh tanpa dasa.Namun berdasarkan apa yang kami alami secara langsung,terdapat dugaan kuat adanya kelalaian dalam pelayanan medis.Mulai dari proses penanganan awal hingga tindakan lanjutan,yang menurut kami tidak dilakukan dengan standar kehati hatian yang semestinya.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Warga Desa Belimbing Unjuk rasa Dikantor Desa, tuntut Transparansi Pengunaan Dana Desa

Laris Silitonga juga menjelaskan menurutnya,selama proses dirumah sakit pandan dirinya sebagai orang tua tidak mendapatkan penjelasan medis yang utuh dan transparan,penanganan yang cepat dan responsif sesuai kondisi darurat,serta tidak mendapatkan prosedur yang sesuai standar keselamatan pasien.

“Yang kami dapatkan hanyalah kebingungan,keterlambatan dan pada akhirnya kehilangan buah hati kami,tegasnya”.

Laris Silitonga juga menjelaskan bahwa”kami akan menempuh jalur hukum dalam permasalahan ini.Dimana kami telah memberikan Kuasa Penuh kepada DPC LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah untuk dapat membantu kami dalam menempuh jalur hukum.Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mendapatkan keadilan,ungkapnya”.

Ketua DPC LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah,Immer Silitonga yang didampingi oleh penasehat hukum DPC LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah,David Ferdinan Marbun SH,saat ditemui oleh awak media mengatakan bahwa”kami akan membuat laporan resmi ke Polres Tapteng atau ke Polda Sumut tentang permasalahan tersebut untuk mendapatkan keadilan untuk Laris Silitonga orang tua dari bayi perempuan yang telah meninggal dunia di RSUD pandan.Bukan hanya itu kami akan menulis surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia,Bapak Prabowo Subianto.

Ketua DPC LSM ELANG MAS Tapanuli Tengah Immer Silitonga,berharap melalui surat terbuka tersebut,Presiden Republik Indonesia bisa memerintahkan investigasi independen terhadap dugaan kelalaian dalam kasus tersebut dengan melibatkan lembaga berwenang seperti kementerian kesehatan dan majelis kehormatan disiplin kedokteran Indonesia untuk melakukan audit etik dan propesional.

Melalui surat terbuka tersebut,kami juga memohon dengan segala hormat kepada Bapak Prabowo Subianto untuk memberi jaminan perlindungan bagi keluarga pasien dalam mencari keadilan tanpa intimidasi,serta mengevaluasi sistem pelayanan rumah sakit pandan agar kejadian serupa tidak terulang pada keluarga lain,tutupnya”.

Ditempat terpisah Plh Direktur RSUD pandan,dr.Janri Aoyagie MM,saat ditemui oleh awak media mengatakan bahwa”berdasarkan hasil keterangan dokter yang diperoleh,tindakan medis yang dilakukan oleh team dokter UPTD RSUD pandan dalam proses penanganan Sectio Caesarea pasien hingga bayi lahir telah sesuai dengan SOP.Menurut team dokter,diduga ada dua kemungkinan penyebab terjadinya kematian terhadap bayi tersebut,yaitu karena sepsis dan PJB (Penyakit Jantung Bawaan).

Akhir kata dari orang tua sibayi yang telah meninggal dunia di RSUD pandan,Senin (27/04/2026) sekitar jam 11.30 wib mengatakan yakni”kami percaya negara Republik Indonesia masih bisa mencegah agar tragedi ini tidak menjadi cerita yang berulang.Kami tidak mencari sensasi.Kami mencari keadilan.Kami tidak ingin viral.Kami ingin perubahan.Tolong kami pak Prabowo Subianto,tutupnya”.

(Arief N. Lubis)

Pos terkait