Kapolres Tapanuli Tengah Hadiri Upacara Hari Pahlawan 2025: Pesan Mensos Serukan Tiga Pilar Keteladanan Pahlawan

Sumber: Humas Polres Tapanuli Tengah
banner 468x60

Tapanuli Tengah, Sumut
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya S.I.K., M.Si hadiri upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 yang di gelar Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Lapangan Sepak Bola GOR Pandan. Senin, 10 November 2025 pukul 08.00 Wib

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kehadiran Kapolres menunjukkan komitmen Polri dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kepahlawanan.

Bacaan Lainnya
Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Sibolga Sambas Laksanakan Penanaman Jagung

Upacara dipimpin oleh Dansatradar 103 Sibolga Letkol Lek Heri Nur Nugroho, S,T., M.Han ini juga dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Tengah Mahmud Efendi Lubis, pimpinan TNI, dan berbagai elemen masyarakat.

Baca Juga :  Tiga Rumah Hangus Terbakar di Manduamas, Tapanuli Tengah: Polsek Manduamas Segera Tindak Lanjuti Laporan Warga

Dalam amanatnya, Irup mengajak seluruh hadirin untuk meneladani para pahlawan bangsa. Disebutkan para pahlawan mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, melainkan ditempa oleh tiga pilar utama.
Pertama, adalah kesabaran yang dimiliki para pahlawan, yaitu kesabaran dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, menunggu momentum, dan membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Kedua, adalah semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Para pahlawan, setelah kemerdekaan diraih, tidak berebut jabatan, melainkan kembali mengabdi kepada rakyat, mengajar, membangun, dan menanam, menjunjung kehormatan sejati pada manfaat yang ditinggalkan, bukan posisi. Ketiga, adalah pandangan jauh ke depan, di mana perjuangan mereka ditujukan untuk generasi yang akan datang dan kemakmuran bangsa.

Baca Juga :  Polres Tapanuli Tengah Gencarkan Program Police Go To School di SMKN 1 Sirandorung

Amanat tersebut menyimpulkan bahwa perjuangan masa kini telah bergeser dari bambu runcing menjadi perjuangan dengan ilmu, empati, dan pengabdian, namun semangatnya tetap sama: membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan.

(Bahri)

Pos terkait